CLEAR VIEW STANDING CASE FOR SAMSUNG,OPPO,VIVO,XIAOMI, IPHONE

TRANSFORMERS
๐Ÿ“ฑORDER VIA WA 081212174108โšก

๐Ÿ“ฑCOD VIA J&T, ALAMAT HARUS LENGKAP DAN JELAS NO TLP /WA HARUS AKTIF โšก

๐Ÿ“ฑ PENGIRIMAN FROM JAKARTA โšก

๐Ÿ“ฑ#DIEM DIRUMAH AJA โšก

*UPDATE TYPE PALING LENGKAP, SILAHKAN CEK STOCK NYA YA*

*PHANTOM CASE KICK STANDING*

*PHANTOM CASE KICK STANDING*

*IPHONE*
โ€ข IPHONE 6G+
โ€ข IPHONE 7G
โ€ข IPHONE 8G
โ€ข IPHONE 7G+
โ€ข IPHONE 8G+
โ€ข IPHONE X/XS
โ€ข IPHONE XR
โ€ข IPHONE XS MAX
โ€ข IPHONE 11 ( 5.8 INCH )
โ€ข IPHONE 11 PRO ( 6.1 INCH )
โ€ข IPHONE 11 PRO MAX ( 6.5 INCH )


*OPPO*
โ€ข F1S / A59
โ€ข NEO 9
โ€ข F5
โ€ข F7
โ€ข A71
โ€ข A83
โ€ข F11 PRO
โ€ข RENO 2
โ€ข RENO 2F *NEW*
โ€ข A3S / REALME C1
โ€ข A1K / REALME C2
โ€ข A9 2020 / A5 2020
โ€ข OPPO K3 / REALME X
โ€ข OPPO K5/ REALME XT
โ€ข REALME X2
โ€ข REALME 3
โ€ข REALME 3 PRO
โ€ข REALME 5 *NEW*
โ€ข REALME 5 PRO

*SAMSUNG*
โ€ข S20 *NEW*
โ€ข S20 + *NEW*
โ€ข S20 ULTRA *NEW*
โ€ข S7 EDGE
โ€ข S8
โ€ข S8+
โ€ข S9
โ€ข S9+
โ€ข S10
โ€ข S10+
โ€ข S10E
โ€ข NOTE 8
โ€ข NOTE 9
โ€ข NOTE 10
โ€ข NOTE 10+
โ€ข J2 PRIME
โ€ข J5 PRIME
โ€ข J7 PRIME
โ€ข J3 PRO
โ€ข J5 PRO
โ€ข J7 PRO
โ€ข J4+
โ€ข J6+
โ€ข A6 2018
โ€ข A6+ 2018
โ€ข A750 ( A7 2018 )
โ€ข A10/M10
โ€ข A10S
โ€ข M20
โ€ข M30S
โ€ข A20/A30
โ€ข A20S
โ€ข A30S/A50S
โ€ข A50
โ€ข A70
โ€ข A70S
โ€ข A80/A90
โ€ข SAMSUNG A51 *NEW*
โ€ข SAMSUNG A01 *NEW*
โ€ข SAMSUNG A71 *NEW*
โ€ข NOTE 10
โ€ข NOTE 10+

*REDMI/XIAOMI*
โ€ข REDMI 4A
โ€ข REDMI 4X
โ€ข REDMI 5X / MIA1
โ€ข REDMI 5+
โ€ข REDMI 6A
โ€ข REDMI 6 PRO / MIA2 LITE
โ€ข REDMI NOTE 5 PRO
โ€ข REDMI NOTE 6 PRO
โ€ข REDMI 7
โ€ข REDMI NOTE 7
โ€ข REDMI 8 *NEW*
โ€ข REDMI 8A *NEW*
โ€ข REDMI NOTE 8 PRO
โ€ข REDMI NOTE 10 *NEW*
โ€ข REDMI NOTE 10 PRO *NEW*
โ€ข MIA3 LITE

*VIVO*
โ€ข V11i
โ€ข V11 PRO
โ€ข V15
โ€ข V15 PRO
โ€ข Y17/Y12/Y15
โ€ข Y91C
โ€ข Y91/Y93/Y95
โ€ข Y19
โ€ข Y71
โ€ข Y81 ( NP )
โ€ข Y83 ( FP )
โ€ข S1
โ€ข S1 PRO
โ€ข V17 PRO
โ€ข Z1 PRO

TIPE TIPE LAKU LAKU DI PASARAN SILAHKAN DI ORDER YA BOSS KU

untuk pemakaian dilapangan.

3. Case Spigen Phantom terdapat Stent untuk Stending Gadget dalam posisi Lurus maupun Landscape.

Warna Tersedia :
– Hitam
– Gold
– Pink
– Silver
– biru
– merah

CLEAR VIEW CASE PREMIUM QUALITY

ORIGINAL S VIEW MIROR CASE + AUTO LOCK.

READY BUAT HP :
OPPO REALME C2
OPPO REALME C1.
OPPO REALME 2 PRO
OPPO REALME 3 PRO
OPPO F11 / F11 PRO.
OPPO F1S
OPPO A71.
OPPO A3S
OPPO A7.
OPPO F9
SAMSUNG A70.
SAMSUNG A50
SAMSUNG M20
SAMSUNG M10
SAMSUNG A30
SAMSUNG A750
SAMSUNG A9 2018
SAMSUNG A10
SAMSUNG A70
XIAOMI REDMI NOTE 7 / 7 PRO
XIAOMI REDMI NOTE 6 / 6 PRO
XIAOMI REDMI NOTE 5 / 5 PRO
VIVO V11
VIVO V9
VIVO Y71
VIVO Y91/Y93/Y95

ROBOT CASE
READY :

BLACK
RED
BLUE
GOLD
SILVER

case terbuat dari bahan berkualitas.S-View MIROR+AUTO LOCK Kompatibel untuk Case ini melindungi keseluruhan handphone termasuk layar anda.
Case ini didesain sedemikian rupa untuk memastikan kenyamanan Anda ketika menggunakannya.Lubang port display, mikrofon, speaker, kamera dan semua tombol pada Samsung,persisi dan nyaman.
Bisa Ngaca Juga Lohhh

TERSEDIA WARNA :>>

HITAM, BLUE, BLACK, ROSE GOLD

Cara untuk mengaktifkan S View sangatlah mudah :
– Tinggal download aja langsung di PLAY STORE.
– Nama aplikasinya KVIEW LOCKER.
– Kalau sudah di download langsung klik buka.
– Ada pilihan yes / no,langsung aja pilih yes,terus next.
– Kalau sudah masuk/atau ke menu KVIEW LOCKER jangan lupa untuk mengsetting terlebih dahulu Yaitu dengan cara klik di pojok kiri atas lalu ada bacaan GENERAL SETTING dan aktifkan.
– Secara otomatis KVIEW LOCKER akan muncul di layar handphone anda apabila S VIEW MIROR CASE nya di tutup/di buka.
– Kamu juga bisa mengganti tampilan KVIEW LOCKER sesuka kamu,karna di situ banyak variannya….

Ingat

โ€‹Pengertian Zikir

            Zikir merupakan salah satu unsure terpenting dalam ajaran Tarekat/Tasawuf. Di dalam bahasa Arab secara garis besar zikrmemiliki dua makna yaitu menyebut  dan mengingat. Yang menjadi permasalahan pertama adalah apabila kata zikir itu diberi makna dengan menyebut, maka apakah nama Allah itu dapat disebut ?sedangkan nama Allah itu qadim (la harfun wa la sautun :tidak berhuruf dan tidak bersuara). Di dalam Al-Qurโ€™an maupun Hadis secara tegas Allah memerintahkan kepada setiap mukmin agar senantiasa berzikir kepada Allah, baik di waktu berdiri, di waktu duduk, di waktu berbaring dan di mana saja berada. Apabila yang dimaksud  dengan zikir itu adalah menyebut, bagaimana cara mempraktekkannya di dalam kehidupan sehari-hari ?

            Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, penulis terlebih dahulu akan menguraikan kalimat Allah yang merupakan asma-Nya. Di dalam Al-Qurโ€™an disebutkan bahwa Allah memiliki sembilan puluh sembilan (99) nama sifat, yang mana kesemuanya itu tunduk kepada nama Zat yaitu Allah. Kalimat Allah terdiri dari empat huruf, yaitu alif, lam, lam, dan ha, yang kesemuanya itu masih dapat disebut karena berhuruf dan bersuara. Apabila dihilangkan huruf alif pada kalimat Allah, maka kalimat Allah itu masih dapat disebut sebagaimana firman Allah dalam surat al-Maidah ayat 120 :

ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูู„ู’ูƒู ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽูˆูŽุชู ูˆูŽุงู’ู„ุฃูŽุฑู’ุถู ูˆูŽู…ูŽุงููู‡ูู†ูŽู‘

Apabila huruf lam dihilangkan, maka nama Allah itu masih dapat disebut sebagaimana firman Allah dalam surat al-Anโ€™am ayat 13 :

ูˆูŽู„ูŽู‡ู ู…ูŽุงุณูŽูƒูŽู†ูŽ ููู‰ ุงู„ูŽู‘ูŠู’ู„ู ูˆูŽุงู„ู†ูŽู‘ู‡ูŽุงุฑู

Apabila huruf lam yang kedua dihilangkan, maka tinggallah huruf ha yang di dalam bahasa Arab dhamir (kata ganti) dari huruf ha adalah hua, sebagaimana firman Allah dalam surat al-Anโ€™am ayat 61:

ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุงู‡ูุฑู ููŽูˆู’ู‚ูŽ ุนูุจูŽุงุฏูู‡ู

            Apabila huruf ha dihilangkan, maka asma Allah tidak dapat disebut lagi. Maka sampai disinilah batas kemampuan lisan menyebut asma Allah Taโ€™ala, karena sesungguhnya asma Allah Taโ€™ala itu adalah qadim, yaitu tidak berhuruf dan tidak bersuara. Oleh sebab itu segala sesuatu yang berkaitan dengan asma Allah yang dapat disebut dengan lisan, maka jatuh hukumnya kepada sifat memuji, sebab pekerjaan memuji adalah pekerjaan lisan, seperti tahmid, tahlil, takdis, dan takbir.

            Oleh sebab itu, zikir adalah pekerjaan qalbi dan bukan pekerjaan lisan, sebagaimana firman Allah :

ูŠูŽุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุงุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ุฃูŽู…ูŽู†ููˆุงู’ ุฃูุฐู’ูƒูุฑููˆุงู’ุงู„ู„ู‡ูŽ ุฐููƒู’ุฑู‹ุง ูƒูŽุซููŠู’ุฑู‹ุง. ูˆูŽุณูŽุจูู‘ุญููˆู‡ู ุจููƒู’ุฑูŽุฉู‹ ูˆูŽุฃูŽุตููŠู’ู„ุงู‹.

Artinya : โ€œHai orang-orang yang beriman, berzikirlah kepada Allah sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petangโ€.(Q.S. 33 al-Ahzab: 41-42).

ููŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุถูŽูŠู’ุชูู…ู ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽูˆุฉูŽ ููŽุงุฐู’ูƒูุฑููˆุงู’ุงู„ู„ู‡ูŽ ู‚ููŠูŽู…ู‹ุง ูˆูŽู‚ูุนููˆุฏู‹ุง ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุฌูู†ููˆู’ุจููƒูู….

Artinya : โ€œMaka apabila kamu telah melaksanakan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk, di waktu berbaringโ€. (Q.S. 4 an-Nisa: 103).

            Kedua ayat di atas secara tegas mewajibkan kepada setiap orang yang beriman untuk senantiasa berzikir kepada Allah sebanyak-banyaknya, baik di waktu berdiri, di waktu duduk, di waktu berbaring, dan di mana saja berada. Jadi berdasarkan kedua ayat di atas bahwa zikir bukanlah pekerjaan lisan, karena lisan sesungguhnya memiliki keterbatasan. Karena jika hendak melaksanakan perintah kedua ayat di atas, maka keringlah lisan kita dalam mengucap tahmid, tahlil, takdis, dan takbir. Apalagi pada saat kita bekerja dan berbicara, maka mustahil kita dapat mengingat Allah bila yang dimaksud dengan mengingat Allah itu adalah dengan mengucap tahmid, tahlil, takdis, dan takbir, sedangkan kita diperintahkan untuk mengingat Allah kapan saja, di mana saja, dan dalam segala keadaan, maka tentu mustahil lisan dapat melakukan itu.

            Yang menjadi permasalahan kedua adalah, apabila kata zikir itu diberi makna dengan mengingat, maka yang menjadi persoalan adalah bagaimana cara mengingat Allah, sebab mengingat sesungguhnya adalah pekerjaan otak dan mustahil otak dapat mengingat sesuatu yang tidak pernah disaksikannya, sedangkan Allah itu adalah ghaib dan tidak dapat disaksikan oleh mata manusia. Lalu dapatkah otak manusia mengingat Allah yang tidak pernah dilihatnya?

            Untuk menjawab pertanyaan di atas, maka terlebih dahulu penulis akan memaparkan firman Allah :

ูŠูŽุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุงุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ุฃูŽู…ูŽู†ููˆุงู’ ุงู„ุชูŽู‘ู‚ููˆุงู’ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽุงุจู’ุชูŽุบููˆุงู’ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู’ูˆูŽุณููŠู’ู„ูŽุฉูŽ

Artinya : โ€œHai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan mendekatkan diri kepada-Nyaโ€. (Q.S. al-Maidah: 35).

            Menurut Syekh Muda Ahmad Arifin makna wasilah pada ayat di atas adalah keharusan mencari jalan untuk dapat mengenal Allah. Jadi agar kita dapat mengenal Allah kita harus mencari jalan atau wasilah (perantara) atau Guru yang dapat mengenalkan kita kepada Allah. Adapun fungsi Guru yaitu sebagai pemberi ilmu yang menyampaikan pengenalan kepada Allah. Setelah murid dapat mengenal Allah, maka murid dapat beribadah dan berhubungan langsung kepada Allah tanpa perantara siapapun. Jadi fungsi guru hanya sebatas perantara yang bertugas menyampaikan pengenalan kepada Allah tanpa perantara siapapun. Jadi fungsi Guru hanya sebatas perantara yang bertugas menyampaikan pengenalan kepada Allah dan bukan perantara di dalam beribadah. Oleh sebab itu jika manusia ingin beribadah dan berhubungan secara langsung kepada Allah, haruslah mencari wasilah (perantara) terlebih dahulu agar dapat mengenal-Nya. Karena sedemikian pentingnya peran Guru atau wasilah dalam upaya untuk memperoleh pengenalan kepada Allah sehingga Nabi menyuruh kita untuk menyertakan diri kepada orang yang telah serta Allah sebagaimana Hadis Nabi yang berbunyi:

ุนู† ุฏูˆุฏ ุนู† ุงุจู† ู…ุณุนูˆุฏ ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุต ู… : ูƒูู†ู’ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽูƒูู†ู’ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู„ู‡ู ููŽูƒูู†ู’ ู…ูŽุนูŽ ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู„ู‡ู ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ูŠููˆู’ุตูู„ููƒูŽ ุงูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู

Artinya: โ€œSertakan dirimu kepada Allah, jika kamu belum dapat menyertakan dirimu kepada Allah, maka sertakanlah dirimu kepada orang yang telah serta Allah, maka ia akan menyampaikan kepada kamu pengenalan kepada Allah.โ€ (H.R. Abu Dawud)

            Jadi berdasarkan penjelasan ayat dan Hadis di atas dapatlah diketahui bahwa tanpa Guru (wasilah) mustahil manusia itu dapat mengenal Allah, apalagi dapat mengingat-Nya. Jadi sesungguhnya yang dapat berzikir kepada Allah hanyalah orang-orang yang telah berwasilah (menyertakan diri kepada orang yang telah serta Allah atau Guru).

            Berdasarkan uraian di atas dapatlah disimpulkan bahwa makna zikir yang sesungguhnya adalah mengingat dan mustahil kita dapat mengingat Allah, tanpa terlebih dahulu kita menyertakan diri kepada orang yang telah serta Allah (berwasilah). Namun kenyataannya mayoritas umat Islam saat ini mengabaikan wasilah dan menganggapnya sebagai perbuatan yang syirik. Padahal sesungguhnya orang-orang yang mengabaikan wasilah pada hakikatnya telah menjadikan diri mereka sebagai orang-orang yang syirik kepada Allah karena tidak dapat mengenal-Nya, apalagi dapat mengingat-Nya.

            Namun mayoritas umat Islam saat ini tidak tahu kalau mereka itu tidak tahu. Di mana-mana umat Islam saat ini banyak melaksanakan kegiatan zikir, baik secara individu maupun secara beramai-ramai, baik di masjid-masjid, hingga di majelis zikir, dan doโ€™a bersama yang dilaksanakan di lapangan terbuka, namun sesungguhnya mereka hanya memuji tetapi tidak mengenal yang mereka puji. Sesungguhnya zikir yang dilaksanakan tanpa disertai hati yang mengingat Allah, pada hakikatnya adalah pekerjaan yang sia-sia dan tidak memberikan manfaat apa-apa, karena Allah Taโ€™ala tidak akan memberi penilaian sama sekali terhadap apa yang mereka perbuat.

            Lalu bagaimanakah zikir yang sesungguhnya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut akan penulis kutipkan penjelasan firman Allah mengenai hal ini :

ูˆูŽุงุฐู’ูƒูุฑู’ ุฑูŽุจูŽู‘ูƒูŽ ููู‰ ู†ูŽูู’ุณููƒูŽ ุชูŽุถูŽุฑูู‘ุนู‹ุง ูˆูŽุฎููŠู’ููŽุฉู‹ ูˆูŽุฏููˆู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู‡ู’ุฑู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุจูุงู„ู’ุบูุฏููˆูู‘ ูˆูŽุงู’ู„ุฃูŽุตูŽุงู„ู ูˆูŽู„ุงูŽุชูŽูƒูู†ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุบูŽููู„ููŠู’ู†ูŽ.

Artinya : โ€œDan ingatlah Tuhanmu di dalam dirimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan tidak dizahirkan dengan suara, di waktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orang-orang lalaiโ€. (Q.S. 7 al-Aโ€™raf: 205).

            Firman Allah di atas menegaskan bahwa mengingat Allah itu tidak dizahirkan dengan suara. Makna tidak dizahirkan dengan suara juga meliputi tidak boleh disebut-sebutkan di dalam hati, sebab bila mengingat Allah itu dilakukan dengan menyebut asma Allah itu di dalam hati dengan tidak dizahirkan, maka sesungguhnya kemampuan manusia sangat terbatas untuk melakukan hal itu. Karena perintah untuk mengingat Allah itu harus dilakukan pada setiap saat, kapan saja, dan di mana saja. Sebagai contoh misalnya, pada saat kita sedang beraktifitas, seperti berfikir dan berbicara, tentu mengingat Allah dengan menyebut-nyebut asma-Nya di dalam hati tidak akan dapat terlaksana, sedangkan Allah memerintahkan kepada kita untuk mengingat-Nya di waktu pagi dan petang, di mana saja, dan kapan saja, baik di waktu duduk dan berdiri, di waktu diam dan berbicara dan disegala aktifitasnya sebagai hamba Allah yang beriman, kita diperintahkan untuk selalu mengingat-Nya. Oleh sebab itu Allah  memerintahkan  kepada kita untuk mengingat-Nya di dalam diri. Makna di dalam diri pada ayat ini tentunya tidak hanya sebatas qalbu saja, tetapi meliputi seluruh tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki semuanya diperintahkan untuk berhadap berzikir kepada Allah hingga darah yang setitik dan rambut yang sehelai semuanya berhadap berzikir kepada Allah.

            Dari uraian di atas dapatlah diketahui bahwa zikir yang sesungguhnya tidak dizahirkan dengan ucapan dan tidak pula disebut-sebutkan di dalam hati. Oleh sebab itu yang dapat berzikir kepada Allah sesungguhnya hanya orang-orang yang telah menyertakan diri kepada orang yang telah serta kepada Allah, karena tanpa Guru (wasilah), mustahil manusia dapat mengenal Allah. Sesungguhnya penyebab umat Islam saat ini tidak dapat mengenal Allah disebabkan ulama-ulama fasiq, sebagaimana sabda Nabi SAW:

ุนูŽู†ู’ ุนูŽู„ูู‰ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ : ูŠูŽุฃู’ุชูู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุฒูŽู…ูŽุงู†ู ู„ุงูŽูŠูŽุจู’ู‚ูŽู‰ ู…ูู†ูŽ ุงู’ู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ู ุงูู„ุงูŽู‘ ุงูุณู’ู…ูู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ุฏูู‘ูŠู’ู†ู ุงูู„ุงูŽู‘ ุฑูŽุณู’ู…ูู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุฃูŽู†ู ุงูู„ุงูŽู‘ ุฏูŽุฑู’ุณูู‡ู ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏูŽู‡ูู…ู’ ุนูŽุงู…ูุฑูŽุฉูŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุฎูŽุฑูŽุจูŒ ุนูŽู†ู’ ุฐููƒู’ุฑูุงู„ู„ู‡ู, ุฃูŽุดูŽุฑูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ุฒูŽู‘ู…ูŽุงู†ู ุนูู„ูŽู…ูŽุงุฆูู‡ูู…ู’. ู‚ูู„ู’ุชู ูŠูŽุงุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู : ูŠูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ููู‰ ุงู’ู„ุฃูŽุฎูุฑู ุงู„ุฒูŽู‘ู…ูŽุงู†ู ุนูุจูŽุงุฏู ุฌูŽุงู‡ูู„ููˆู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ูŽุงุกู ููŽุงุณูู‚ููˆู’ู†ูŽ.

Dari Ali r.a. berkata: Rasulullah SAW bersabda: โ€œAkan datang nanti di akhir zaman agama Islam itu tinggal namanya, agama Islam itu tinggal bentuknya saja, Al-Qurโ€™an tinggal di bibir saja dan banyak yang beramal ibadah di masjid-masjid, namun hati mereka kosong yang ingat kepada Allah, yang paling berbahaya pada akhir zaman nanti adalah para ulama. Maka berkata Ali: โ€œKatakanlah ya Rasulullahโ€, maka berkata Rasulullah : Akan terjadi nanti di akhir zaman banyak orang yang bermal ibadah bodoh-bodoh disebabkan ulama-ulama fasiq.

            Hadis di atas menjelaskan bahwa akan terjadi di masa yang akan datang nanti banyak orang yang berzikir di masjid-masjid, namun tidak ada satupun di antara mereka yang hatinya mengingat Allah. Yang paling ditakutkan Nabi di akhir zaman nanti bukanlah Yahudi dan Nasrani, akan tetapi para ulamalah yang ditakuti Nabi, yaitu ulama-ulama fasiq,dimana mereka hanya pandai berbicara, namun mereka tidak pandai memperbuatnya. Ulama-ulama masa kini senantiasa selalu menganjurkan dan menyeru umatnya untuk berzikir, namun mereka sendiri sesungguhnya tidak tahu bagaimana tata cara berzikir kepada Allah yang sesungguhnya. Dan penyakit yang lebih parah sesungguhnya adalah mereka itu tidak tahu kalau mereka itu tahu, bahkan yang lebih parah lagi adalah mereka tidak mau tahu akan hal-hal yang mereka belum ketahui, karena mereka telah sangat puas dengan yang telah mereka ketahui. Sesungguhnya inilah penyakit yang paling berbahaya, karena disebabkan kesombongannya ia telah menghijab dirinya sendiri dari kebenaran itu. Oleh sebab itu Allah mengutuk orang-orang seperti ini sebagaimana firman Allah :

ูŠูŽุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุงุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ุฃูŽู…ูŽู†ููˆุงู’ ู„ูู…ูŽ ุชูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ู…ูŽุงู„ุงูŽุชูŽูู’ุนูŽู„ููˆู’ู†ูŽ. ูƒูŽุจูุฑูŽ ู…ูŽู‚ู’ุชู‹ุง ุนูู†ู’ุฏูŽุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽู‚ููˆู„ููˆุงู’ ู…ูŽุงู„ุงูŽ ุชูŽูู’ุนูŽู„ููˆู’ู†ูŽ.

Artinya : โ€œHai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tiada kamu kerjakanโ€. (Q.S. 61 as-Shaff: 2-3).

            Jadi sesungguhnya yang menjadi perusak Islam itu tidak lain adalah ulama itu sendiri. Salah satu contoh kerusakan yang dilakukan oleh ulama masa kini terhadap Islam adalah penolakan mereka terhadap wasilah yang mereka anggap sebagai perbuatan syirik dan mereka menganggap bahwa tauhid merekalah yang paling murni. Kebencian mereka terhadap Ahli Tarekat mencapai puncaknya dengan timbulnya gerakan Wahabiyah yang amat ketat mengamalkan kemurnian Syariโ€™at yang secara terang-terangan telah menyapu bersih Ahli-ahli Tarekat dari Saudi Arabia dengan alasan pemurnian tauhid. Sesungguhnya kebencian mereka terhadap Ahli-ahli Tarekat adalah disebabkan keawaman dan ketidakpahaman mereka terhadap ajaran Tarekat yang sebenarnya. Dengan dalih pemurnian tauhid, gerakan Wahabi dengan pahamnya, telah menyesatkan umat Islam sehingga mereka tidak mengenal Tuhannya. Maka tidaklah berlebihan jika Imam al-Ghazali berpendapat bahwa andaikata orang awam itu berbuat zina dan mencuri itu adalah lebih baik baginya, daripada ia membicarakan tentang Allah dan agama-Nya tanpa ilmu yang sempurna, niscaya ia terjerumus dalam juram kekufuran tanpa disadari, sebagaimana orang yang hendak mengarungi lautan yang dalam tetapi ia tidak mengerti cara berenang.

            Demikianlah dampak yang ditimbulkan oleh kebencian yang dilakukan oleh orang-orang yang menolak Ahli-ahli Tarekat yang disebabkan oleh ketidakpahaman mereka. Dengan dalih pemurnian tauhid, tidak hanya diri mereka saja yang telah sesat, bahkan dengan gerakan Wahabinya, mereka telah mengajak seluruh umat Islam untuk mengikuti kesesatan yang mereka lakukan.

Kyai cilik

SEKILAS KISAH CERITA TENTANG GURU MURSYID THAREKAT QODIRIYYAH WAN NAQSYABANDIYYAH BANTEN BERGELAR ” KYAI CILIK ”
Diposting oleh Sang Petualang pada 20:33, 21-Mar-12
*Beliau terlahir dari orang tua yang senag dan gemar beribadah, ayahandanya adalah seorang kyai dari para kyai, namun tak tenar dikalangan orang biasa, karena memang sikapnya yang tak pernah mau menunjukkan diri, walaupun beliau merupakan keturunan dari syeikh Nawawi Tanahara Banten. Namun aktifitasnya pun seperti orang desa biasa, bercocok tanam disawah dan berdagang dipasar. Setiap hari rumahnya tak sepi dari para kyai yang datang kepadanya guna mengaji ( nyoret-red ) aneka bidang ilmu ( kitab kuning ) kepadanya.
Ibundanya pun orang yang gemar beribadah, dan masih mewarisi darah Tuan Syeikh Maulana Manshur Cikaduen Banten.

Diumurnya yang sangat belia, Alloh telah memberikan keistimewaan kepadanya, yaitu sekitar 2,5 tahun, beliau sudah dilatih ayahandanya untuk belajar membaca Al Qur’an dan aneka bidang ilmu alat seperti nahwu dan shorof, dan dari umur 4 tahun sudah banyak ulama dan masyarakat luar daerah yang datang guna meminta Do’a untuk kebarokahan agama dan dunia, karena dari umur 4 tahun setiap mengucap yang di inginkan tanpa disengaja itu terjadi ( red: saucap nyata ) , yang tak terjangkau oleh akal , sehingga timbul rasa penasaran dan kekhawatiran kedua orang tuanya kepada anaknya, pada saat itu ayahandanya meminta petunjuk kepada Alloh agar diberi tahu apa yang menimpa pada diri anaknya.

Beliaupun mendatangi seorang Ulama’ paling sepuh di Banten yang mana beliau merupakan salah satu guru ayahandanya, menurut hasil istikhoroh beliau bahwa yang masuk ketubuh anaknya itu bukanlah ilmu sihir ataupun kekuatan jin atau syetan iblis, melainkan kekuatan nur yang masuk kedalam janin berusia 1 bulan didalam kandungan ibunya, sebab janin berumur 40 hari masih berupa nutfah dan pada umur 100 hari sudah menjadi gumpalan daging, disitulah ruh dimasukkan, maka sampai 7 bulan terjadilah wujud rupa manusia yang masih bayi tetapi belum sempurna.

Maka diusia 9 bulan sempurnalah wujud manusia didalam lathifah, maka lahirlah ia kealam dunia, itulah kenyataan manusia yang pada dasarnya kekuatan ilmu dan nur semua mahkluk dan alam ini di ciptakan dari nur Muhammad dan nur Muhammad tercipta dari nur Alloh, sebagaimana di sabdakan oleh Rosululloh SAW yang artinya :

Sesungguhnya Alloh Ta’ala telah menjadikan terlebih dahulu Nur Nabi Muhammad SAW yang dijadikan dari nur Alloh.

Dan dari Syeikh Abdul Wahhab Asy Sya’rani Rahima humulloh alaih, yang artinya :

Sesungguhnya Alloh telah menjadikan Ruh Nabi Muhammad SAW dari Nur Alloh, dan sekalian alam ini dijadikan dari Nur Nabi Muhammad serta Nabi Adam juga diri atau tubuh kita.

Seprti Nabi Adam yang pertama diciptakan oleh Alloh dari tanah dan air, tetapi dalam diri Nabi Adam ada Nur Muhammad yang dimasukkan atau dititiskan dipundaknya, inilah hakekatnya Alloh mewujudkan nur Muhammad agar hamba-Nya dapat melakukan perintah-Nya, sehingga Nur Muhammad diciptakan dari Nur Alloh. Rosululloh bersabda, artinya :

Aku bapak sekalian ruh dan Nabi Adam, bapak sekalian tubuh atau jasad manusia.

Karena tanpa dengan syari’at, tidak akan tampak Nur wujud itu, dan tidak ada hamba Nya yaitu Nabi Adam juga para nabi dan Rosul yang mana semua itu tercipta dari nur Muhammmad , sampai terwujudlah jasad yang aslinya penutup nabi penghulunya segala nabi dan Rosul ialah nabi Muhammad bin Abdullah dengan Aminah dan tidak akan ada nabi sampai akhir yang mana Alloh telah kabarkan kepada nabi Isa yang bernama Ahmad yaitu nabi Muhammad.

Termasuk para wali dan ulama’ beserta kita semua ada Nurnya Muhammad pada diri kita termasuk alam, semua berasal dari nur Muhammad, Alloh menjelaskan dalam hadits Qudsi yang artinya yang pertama dijadikan adalah nur Muhammad.

Disinilah petuah seorang ulama’ berbicara kepada muridnya ( yaitu bapak kyai dengan gurunya ) , jadi kesimpulannya apabila ada terjadi kekuatan menimpa seorang hamba-Nya itu ilmu atau nur , yang bersifat menjurus ketaqwaan ketaatan kepada Alloh, dan tidak punya sifat kesesatan dan menyesatkan maka itulah berasal kejadian nur Muhammad dari nur Alloh, sesuai dengan penjelasan kalam Alloh, yang artinya:

Aku jadikan insan Adam dari tanah dan tanah dijadikan dari air, air pun dijadikan dari nur Muhammad, maka ruh dan tubuh tersebut bernama nur muhammad.

Tetapi bila kekuatan ilmu dan nur menimpa hamba-Nya, yang bersifat kesestan dan kesyirikan itu adalah dari nur atau ilmu syetan, jin, iblis yang bersifat sihir, maka dari itu berhati- hatilah dalam hal mengamalkan ilmu dan bergurulah kepada ahlinya supaya tidak di gurui oleh syetan, iblis atau jin.

Dan jagalah perbuatan dan sifat-sifat kita jangan sampai melakukan perbuatan dan sifat-sifat yang buruk, dan jagalah keluarga kita dari makanan yang haram, rizqi-rizqi yang tidak halal karena mengakibatkan putusnya keridhoan Alloh kepada hamba-Nya dan tidak akan dapat nur dan ilmu Alloh.

Carilah eizqi yang halal untuk anak dan istrimu supaya mendapatkan ridho Alloh karena dengan ridho Alloh akan diberikan petunjuk yaitu nur atau ilmu Alloh dengan taufiq dan hidayah- Nya.

Guru ayahandanya pun memberikan nasihat agar ayahandanya berhati-hati dan menganjurkan agar putranya dibawa ke pesantren guru ayahandanya tersebut, dari situlah kyai cilik di bawa ayahandanya dan diserahkan kepada guru beliau, kyai cilik di asuh, di didik agama sambil di arahkan dengan aturan-aturan syari’at sehingga dikit demi sedikit agar dapat mengendalikan kekuatan nur yang telah dijelaskan oleh guru ayahandanya tersebut, yang ada di tubuh kyai supaya tidak timbul kekuatan yang mendorong keinginan yang menjadikan bisa terjadi.

Alhamdulillah dengan izin Alloh beliaupun menjadi normal biasa, ucapanya terjaga tidak langsung terjadi, dari situlah beliau tersohor dengan panggilan Kyai Cilik sehingga banyak yang tidak kenal siapa nama asli beliau.

Dan diumur 5 tahun beliau sudah syi’ar agama, karena banyak kitab-kitab yang telah difahaminya disamping hasil belajar, dan ada juga yang sudah hafal sebelum belajar, dan ketika umur beliau menginjak 6-13 tahun banyak orang masyarakat luar daerah yang mengundangnya untuk memberikan wejangan dan nasehat-nasihat kerohanian meskipun tidak semua beliau datangi, karena dirumah sibuk oleh tamu, dan masih pulang pergi ke pesantren guru ayahandanya sampai beliau wafat, selama 7 tahun 10 bulan diasuh dan di didik oleh guru ayahandanya ( Abuya Sayuthi keturunan Syeikh Maulana Yusuf ) .

Kemudian beliau dititipkan ke seperguruan guru ayahandanya dan juga termasuk sepupunya ( Abuya KH.Halimi ) selam 6 tahun 7 bulan, pada usia 9 tahun beliau diberi ijazah Tharekat dari jalur Syeikh Tholhabudin Turusmi kepada Syeikh Kairem kepada Syeikh Nur Zaman Fatarsih bersamaan, dan selisih 6 bulan beliaupun di ijazahi Tharekat dari jalur Syeikh Abdul karim Tanahara Banten.

Syeikh Asnawi Caringin menitip ijazah kepada Syeikh Sohari dan untuk di serahkan sanad silsilah kepada putranya yang bernama Tubagus Qodim bin Asnawi Caringin lalu kepada kyai cilik, sebelumnya kyai cilikpun telah di ijazah Tharekat oleh ayahandanya sendiri dari jalur Syeikh Nawawi kepada Syeikh Baduyut kepada bapak kyai cilik kepada kyai cilik, karena itu beliau belum baligh maka setelah usia baligh beliau diperintahkan ngebadal artinya mengambil ruang talqin untuk di talqin kembali yaitu datang kepada Abah Anom Suralaya, tetapi mengambil mursyid silsilah dari 3 guru mursyid tersebut diatas.

Tidak berhenti sampai disitu , beliaupun melakukan suluk dan kholwat di pesantren beliau sendiri, dimana sejak usia beliau 10 tahun hingga kini, beliau sudah memiliki santri. Kholwat dan suluk sambil berpuasa yang sudah di lakukan 6 tahun 9 bulan, semoga Alloh meridhoinya dan tidak di jadikan orang-orang yang sombong termasuk murid-muridnya.

Beliau dari zaman Presiden Soeharto , Habibie, Gus Dur sampai Ibu Megawati telah diminta petuah dan do’anya, selalu di undang ke istana Negara dan yang paling sering oleh Soeharto dan Gus Dur. Atas permintaan beliaupun, figur beliau tidak di publikasikan lewat media baik cetak maupun elektronik.

Demikian sekilas tentang Kyai Cilik Mursyid ahli silsilah Tharekat Qodiriyyah Wan Naqsyabandiyyah jalur Syeikh Abdul Karim Tanahara Banten.

Cerita ini dikarang langsung oleh beliau sendiri ( kyai Cilik) , karena cerita ini dimuat di bagian halaman depan buku ( kitab ) Tharekat Qodiriyyah Wan Naqsyabandiyyah. dan apabila ada salah pengetikan / penulisan dalam postingan ini mohon di maklum saja. dan semoga tidak bosen- bosennya berkunjung di blog sederhana saya ini,akhir kata wassalam…

Copas

GENEALOGI PARA RAJA JIN DAN PENGUASA LELEMBUT SEJAGAD

SUMBERNYA ALLAH SWT

Assalamualaikum wr wb. Asal mula segala yang ada ini adalah DZAT ALLAH SWT. Allah SWT disebut dengan banyak sebutan. Sesuai dengan siapa yang menyebutnya, bangsa apa dia, apa agamanya, bahasa dan suku apa yang digunakannya. Bagi kita yang beragama Islam, tentu menyebut Yang Maha Satu itu dengan sebutan Allah SWT.

Semua yang ada ini menuju ke satu titik fokus yaitu YANG MAHA ADA. Keberadaan-NYA, mutlak dan semua yang ada bergantung pada-NYA. Adanya hal yang lain selain diri-NYA itu sesungguhnya adalah pinjaman dari ada-NYA.

Allah SWT menciptakan makhluk-makhluk pertama di muka bumi ini sesuai dengan kehendak-NYA. Ada alam semesta yang terdiri dari panet, bintang, galaksi pertama, ada manusia pertama, ada jin pertama, ada binatang pertama, dan seterusnya. Teori big bang mengatakan semua yang ada ini diciptakan dari satu titik kecil yang kemudian meledak menjadi pergelaran alam semesta yang begitu menakjubkan. Kok bisa?

Dasar dari keberadaan sesuatu yang terlihat nyata adalah yang tidak terlihat mata. Sebutir atom tidak akan bisa dilihat dengan mata telanjang padahal butiran atom yang berkumpul kemudian menjadi benda baik padat, cair maupun gas yang bisa terlihat dan bisa dipegang. Begitu seterusnya sehingga kita kemudian paham bahwa yang gaib itu sesungguhnya yang sejatinya ada bahkan menjadi dasar bagi adanya yang nyata.

Maka, kegaiban itu pun bertingkat. Hingga kita kemudian mengenal wacana tentang ruh yang menjadi dasar semua yang nyata. Apa sesungguhnya ruh itu? Perlu digarisbawahi bahwa ruh itu bukanlah akal pikiran. Ruh lepas dari dimensi jasad manusia namun menjadi sumber kekuatan dan energi dari manusia.

@Copy right by wongalus,2011

Dari mana asalnya ruh? Asal dari ruh yaitu dari-NYA. Bahkan ruh adalah sebagian dari DZAT Allah SWT. Maka jangan meremehkan manusia karena di dalam ruh manusia terkandung Dzat dan sifat-sifat Allah SWT.

โ€œMaka apabila Aku sempurnakan dia dan AKU TIUPKAN PADANYA RUH DARI KU, hendaklah kamu tunduk sujud akan diaโ€ (AL-HIJR: 29)

โ€œLalu Ia sempurnakan kejadiannya, Ia tiupkan pada sebagian dari Ruh-Nya dan Ia jadikan bagi kamu pendengaran dan penglihatan dan hati tetapi sedikit sekali kamu bersyukur.โ€ AS-SAJโ€™DAH: 9

Ruh adalah zat yang bercahaya atas jasmaniah manusia dan dia bagian dari cahaya Tuhan dan dia jati diri atas diri manusia, energinya tidak terbatasi oleh dimensi ruang, gerak dan waktu. Di dalam ruh manusia, terdapat program dahsyat yang berupa pengetahuan yang ada di seluruh alam semesta ini. Pantas bila kemudian manusia diberi mandat karena manusia adalah wakil-NYA.

โ€œDan (ingatlah) tatkala Tuhanmu berkata kepada malaikat:โ€œSesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumiโ€ฆ.โ€

โ€œDan Ia telah mengajarkan kepada Adam (Ruh) keterangan-keterangan (pengetahuan) itu semuanyaโ€ฆโ€

AL-BAQARAH 30 dan 31

Barang siapa yang telah mengenal rahasia Ruh ia telah mengenal dirinya dan ketika ia telah mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya dan apabila ia telah mengenal dirinya dan Tuhannya, niscaya ia mengenal bahwa itu urusan Tuhannya (Amrun Robbaani) dengan tabiat dan fitrahnya.

โ€œDan mereka akan bertanya kepadamu tentang Ruh, Katakan โ€œRuh itu urusan Tuhanku; dan kamu tidak diberi ilmu melainkan sedikitโ€ BANI-ISRAIL: 85

@Copy right by wongalus,2011

Ayat ini demikian khusus bahwa Ruh itu sesuatu zat yang sangat istimewa, manusia yang telah mengenal dirinya artinya mengenal tabiat dan fitrahnya Ruh, tidak memiliki kemampuan untuk menerangkan (menjelaskan) akan substansi Ruh disebabkan karena tidak ada jembatan ilustrasi (kias) didunia ini untuk dapat dijadikan contoh atas tabiat dan fitrahnya Ruh. Hanya dijelaskan bahwa kandungan Ruh adalah Energi Tuhan.

โ€œMAKA APABILA AKU SEMPURNAKAN DIA DAN AKU TIUPKAN PADANYA RUH DARI KU, HENDAKLAH KAMU TUNDUK SUJUD AKAN DIAโ€
โ€œMaka bersujudlah malaikat semua, sama sekali.

AL-HIJR, 29 dan 30

Demikian tingginya kedudukan Ruh atas makhluk-makhluk yang lain sampai-sampai malaikat sujud (menghormati) terhadapnya. Demikian berharganya manusia bagi yang sudah memahami akan jati dirinya.

Untuk mengenal lebih jauh dan lebih dalam akan potensi Ruh sebagai khalifah dibumi, yang mengawali proses perjalanannya terperangkap di dalam dimensi jasmaniah dan bathiniah, maka kita perlu belajar sifat dua puluh untuk memudahkan pemahaman dalam membuka tabir untuk melahirkan kesadaran akan makna-makna yang terkandung didalamnya.

Ruh manusia dibandingkan dengan Ruh Allah seperti halnya matahari dan alam semesta yang demikian luas (tata surya) atau molekul terhadap terhadap galaksi Bimasakti, meskipun demikian hanya sebesar molekul, baik Dzat, Sifat dan Asma (nama) pasti sama dengan sumbernya. Dapat disimpulkan bahwa sifat dua puluh adalah potensi Ruh yang sebenarnya.

Manusia yang bersungguh-sungguh, bekerja keras mencari cahaya Tuhannya dengan ibadah yang terus menerus insyaallah isa memahami akan hidupnya, apa yang menjadi visi dalam kehidupannya didunia yang menjadikan ia bekerja hanya untuk Tuhannya, lahirnya Ruh (Cahaya) atas jasmaniah dan bathiniah.

@Copy right by wongalus,2011

Ruh adalah cahaya dimana kecepatannya, dalam berkomunikasi demikian luar biasa bila kita bandingkan dengan kecepatan suara, dikatakan dalam ayat:

โ€œNaik malaikat dan Ruh Ruh kepadaNya didalam sehari qadarnya lima puluh ribu tahunโ€

Al Haqโ€™qaq 4

Artinya bahwa perbandingannya adalah satu hari berbanding delapan belas juta hari, artinya satu jam berbanding 18.000.000 jam. Teknologi manusia dengan kecanggihannya, untuk ukuran kecepatan baru sampai pada kecepatan suara. Demikian yang terjadi pada miโ€™rajnya Nabi Muhammad SAW dari dimensi matrialistik menuju dimensi dzat Allah. Di dalam beberapa ayat menjelaskan komunikasi antara Nabi dengan Allah antara lain :

โ€œDan kami telah utus beberapa rasul yang telah Kami ceritakan (hal hal) mereka kepadamu lebih dahulu dan beberapa rasul yang tidak kami ceritakan kepadamu dan Allah telah omong (berbicara) kepada Musa pembicaraan yang terangโ€

An Nisaโ€™ 164

Komunikasi yang terjadi antara Allah dengan Nabi Musa pada dimensi yang tidak terjamah oleh otak manusia, artinya tata nilai ilmiah tidak dapat untuk menjangkaunya. Kalau Nabi dan Rasul Rasul dapat berkomunikasi dengan Tuhan, bagaimana dengan manusia biasa? Bila kita amati secara teliti, dengan kejernihan hati dan fikiran, ada beberapa ayat di dalam Al Qurโ€™an yang mengkiaskan akan pertanyaan di atas.

โ€œ Katakanlah: Tidak lain aku ini, melainkan manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku, bahwa tidak ada Tuhan kamu, melainkan Tuhan yang satu, maka barang siapa percaya akan pertemuan dengan Tuhannya, hendaklah ia mengerjakan amal shalih dan jangan engkau sekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannyaโ€

AL- KAHF 110

Dalam ayat ini kalimat yang terlahir adalah perkataan Nabi/Rasul, bahwa nabi menyatakan dirinya adalah manusia seperti manusia lainnya, di dalam prosesnya, sebelum dinyatakan sebagai nabi/rasul, beliau memasuki proses evolusi dimana tujuan di dalam hidupnya adalah mencari Tuhan yang satu, yang akhir dari proses tersebut bertemunya beliau dengan Allah yaitu Tuhan yang menjadi tujuannya dan ini diabadikan dalam peristiwa Israโ€™ Miโ€™raj, di dalam pertemuan inilah terjadi komunikasi dengan Allah.

Demikian lebih dan kurangnya kajian sifat dua puluh dalam rangka mengerti dan memahami siapa sebenarnya makhluk yang berinisial manusia.

@Copy right by wongalus,2011

APA DAN SIAPA JIN ITU?

Silahkan disimak proses penciptaan jin dibawah ini sebagai komparasi bahwa jin diciptakan dari inti api/api yang beracun.

โ€œDan jin itu, Kami jadikan dia lebih dahulu, dari api yang beracunโ€ AL-HIJR 27

Al-Hijr 27 dikatakan bahwa JIN ITU DIJADIKAN, SEMENTARA RUH MANUSIA DITIUPKAN sebagaimana tersebut di QS AL-HIJR: 29, Maka jin itu dicipta oleh Allah SWT.

Sementara, RUH ITU BUKAN CIPTAAN TAPI BAGIAN DARI DZAT ALLAH SWT. Itu sebabnya Ruh itu kekal sebagaimana kekekalan Dzat-NYA sementara Jin itu bersifat tidak kekal dan terpisah dengan ALLAH SWT.

Asal muasal nama-nama leluhur bangsa Jin dan Setan di dunia beserta keturunannya tidak banyak dikupas di majelis-majelis pengajian. Banyak yang menganggap mengupas Jin sama dengan mengupas hal-hal yang tidak banyak membawa manfaat. Namun kami punya pemikiran lain. Bahwa dengan mengetahui lebih banyak tentang Jin maka kita bisa lebih berhati-hati. Jangan sampai kita yang suka mewiridkan sesuatu padahal yang diwirid tersebut adalah nama-nama leluhur Jin. NIAT atau TUJUAN tidak serta merta menghalalkan CARA.

Niatnya barangkali bagus yaitu wirid untuk mendekatkan diri pada Allah SWT, maka caranya juga perlu menggunakan cara yang benar. Jangan sampai tujuan kita mulia itu namun justeru tercederai gara-gara justeru mewiridkan nama-nama Jin.

Ada sebuah buku berjudul โ€œSERAT TAPEL ADAMโ€ karya Raden Ngabehi Ronggowarsito. Buku ini sebenarnya memuat silsilah keturunan manusia hingga Raja-Raja yang ada di nusantara secara lengkap. Cukup bermanfaat buat melacak siapa sebenarnya kita ini. Tentu saja perlu untuk menambah referensi setelah kita mengetahui pertautan nenek moyang kita dengan nama-nama yang ada di buku tersebut.

@Copy right by wongalus,2011

Salah satu bagian dari buku itu mengupas asal mula manusia pertama, termasuk asal mula bangsa Jin yang usianya jauh lebih tua dari manusia yang ada belakangan. Entah berapa ribu tahun jin diciptakan lebih dulu dari manusia, namun yang jelas disana tertera nama Iblis yang menggoda Adam hingga harus meninggalkan surga.

Kita tahu, awalnya Jin ini dulu menghuni Surga. Namun mereka beserta anak turunnya juga akhirnya harus menginjakkan kaki ke bumi mengiringi langkah anak cucu adam. Mereka sebagaimana dengan manusia sesungguhnya juga bertujuan yang sama dengan manusia, yaitu untuk BERIBADAH KEPADA ALLAH SWT.

โ€œTidak kuciptakan JIN dan MANUSIA kecuali untuk BERIBADAH KEPADA-KUโ€

Sejak terusirnya Adam dan Iblis dari Surga menuju bumi, sejak itu pula Surga dikosongkan Allah SWT hingga nanti hari pembalasan tiba.

Iblis dikutuk Allah SWT. Namun Ia diberi kepercayaan berupa penangguhan usia yang tidak akan meninggal hingga kiamat tiba untuk menggoda manusia agar mengikuti jalannya. Sementara milyaran manusia di bumi ini akan mati dan berganti dengan kelahiran manusia-manusia baru. Iblis beserta pasukannya tiada pernah berhenti untuk menggoda, membujuk, merayu, memberi iming-iming kemuliaan dan kebahagiaan kepada manusia. Manusia dengan mudah terlena oleh kecerdasan Iblis ini, kecuali orang-orang yang IKHLAS.

Dulu sebelum bertemu Adam, Iblis dan pendahulunya adalah makhluk yang sangat amat dekat dengan Allah SWT. Di kitab-kitab disebut, Iblis ini sesungguhnya adalah Malaikat yang paling taat, bersujud dan bermakrifat kepada-NYA. Namun sayang, sebuah perintah bersujud kepada Adam tidak ditaatinya. Sebab Iblis mengganggap Manusia Adam terbuat dari tanah, sementara Iblis berasal dari api yang lebih hebat dari tanah. Saat itu Iblis lupa, bahwa adam tidak hanya terbuat dari tanah saja, namun tanah itu adalah tanah yang ditinggikan (SITI HINGGIL) yang sudah diberi tiupan Ruh dari Dzat-NYA.

@Copy right by wongalus,2011

Kembali ke Serat Tapel Adam. Ada 149 nama nenek moyang leluhur bangsa makhluk halus. Serat itu membagi menjadi dua jenis makhluk yaitu Jin dan Setan yang kemudian berkembang menjadi milyaran makhluk halus di dunia sekarang ini. Kenapa ada kategori Setan? Saya menduga, setan ini sebenarnya juga Jin namun memiliki watak dan karakteristik yang lain sehingga di serat itu kemudian antara Jin dan Setan dipisahkan. Padahal, antara Jin dan Setan memiliki leluhur yang sama yaitu Marijan dan Marijah.

Kedua jenis makhluk halus ini kemudian memiliki anak cucunya masing-masing. Namun pada keturunan Nenek Moyang ke-65 yaitu Jin bernama Raja Sarabad/Saraban dengan Setan yang bernama Prabu Tamimasar terjadi pernikahan dan kemudian melahirkan 28 keturunan yang menjadi penguasa jagad makhluk halus di muka bumi hingga detik ini.

JIN

1. Marijan dan Marijah
2. Maeijo
3. Jan
4. Banujan
5. Ijajil
6. Karis nama asli Iblis
7. Ajalijin
8. Handajali
9. Ijajil
10. Yalabur
11. Pasin
12. Akwari
13. Nulestri
14. Marah
15. Sahet
16. Dasim
17. Welahan
18. Jalabur
19. Dajal
20. Dajil
21. Senut
22. Nun
23. Dulilsutanira
24. Dubil
25. Ditblas
26. Lallal
27. Lalim
28. Jalarat
29. Buldet
30. Sarhas
31. Mihsat
32. Hamarah
33. Hawiyan
34. Langin
35. Biktab
36. Distar
37. Balal
38. Hambal
39. Kibrat
40. Ifrid
41. Ifrus
42. Karisiyan
43. Swino
44. Dipil
45. Milasar
46. Asijasin
47. Karis sarah
48. Karis sarah
49. Astarus
50. Buldyat
51. Dulya larat
52. Duwanar
53. Buwanarjas
54. Salahat
55. Bangan
56. Bangal
57. Yayal
58. Jahil
59. Sarbun
60. Sarbudanar
61. Mungajal
62. Maksum
63. Malrat
64. Mallarabad
65. Raja Sarabad/saraban

@Copy right by wongalus,2011

SETAN

1. Marijan dan Marijah
2. Ijajil
3. Handajali
4. Ajali
5. Ajali
6. Aljus
7. Ajrak
8. Ajurak
9. Damras
10. Haswat
11. Amman
12. Maheran (masuk islam ikut Nabi Nuh)
13. Sabah
14. Sahlil
15. Sajab
16. Katlabat
17. Ngatis
18. Kadngan
19. Latbiyan
20. Sarsar
21. Aswas
22. Dadjah
23. Hajali (lahir sehari setelah lahir Nabi Yusub)
24. Gajali (islam)
25. Alidat
26. Janabar (kalah perang dgn Ifrid)
27. Salmun
28. Salmusil
29. Aswasil
30. Karmus
31. Salmunasar
32. Sarngam
33. Jabarjus masuk Islam ikut Nabi Sulaeman dgn syariat nabi Musa).
34. Asngasar
35. Bastam
36. Kasras
37. Inrus
38. Kanam (kalah perang dengan ratu setan lain bernama Bangaljetul nama lainnya Bal)
39. Sarkasi
40. Girkasi
41. Kabiras
42. Giraji
43. Damriyat (masuk Islam syariat Nabi Isa)
44. Memum
45. Mursad
46. Sangkan
47. Marikan.
48. Karissatir
49. Kalbal
50. Kaskanijan.
51. Aswasil
52. Sanasil
53. Kalbat
54. Dawisatir
55. Tiyruyasar.
56. Prabu Tamimasar

@Copy right by wongalus,2011

Anak turun Prabu Tamimasar dan Raja Sarabad ada 28 keturunan raja Jin yang memiliki kerajaan berbagai binatang, benda-benda, wilayah-wilayah di muka bumi. Para Raja ini memiliki guru yang sama yaitu Prabu Winus/ Shri Handakara. Adapun 28 keturunan itu adalah:

1. Prabu Paliya
2. Prabu Jampina
3. Patih Parwata
4. Jahwi
5. Jaminah
6. Raja Parangin
7. Min (Raja Burung)
8. Kup
9. Dahri (Raja Kepiting),
10. Maranis (Raja Raksasa)
11. Wakitu
12. Sang Balidhuh/ Baljwak.
13. Balituk/Waraka
14. Malituk
15. Prabu Amunkeling/Am.
16. Prabu Nuradi
17. Wellahan
18. Patih Hamir
19. Kaliku (Raja Kucing)
20. Kalilat (Raja Singa)
21. Wenu
22. Limpak (Raja Gajah)
23. Lapuk
24. Suhas (Raja Hantu Lautan)
25. Buraham
26. Palapat (Raja Anjing)
27. Malak (Raja Tikus)
28. Allapid

Demikian sekilas yang bisa saya sampaikan. Mohon maaf bila ada kekurangan dan kesalahan. Itu semata-mata karena kebodohan saya sebagai manusia biasa dalam menafsirkan ayat-ayat-NYA dan sumber-sumber yang ada. Pasti kita perlu kembalikan kebenaran yang sejati hanya pada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Tahu. Semoga kita senantiasa bersemangat untuk terus menuntut ilmu dan mendapatkan hikmah dari semua yang kita ketahui. Sedemikian hingga akhirnya kita menjadi pengikut ajaran Rasulullah SAW: โ€œSesungguhnya telah ada pada Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu bagi orang-orang yang mengharap Allah dan hari kia
at dan dia banyak menyebut Allah.โ€ AL-AHZAB 21